Selasa, 08 Agustus 2023

Raysonic SE-20, 300B SE Amplifier: Intermittently Noise (Crackle) Problem

August, 2023:  Pada Juli lalu masuk ke workshop LJ sebuah amplifier tabung SE (single-ended) 300B, Raysonic SE-20. Raysonic adalah brand asal Canada namun saya rasa pabrikasinya di China. Mohon koreksi saya apabila keliru.

"Pak Alex, Raysonic 300B saya muncul suara kresek di salah satu kanal," saat kawan di Palembang ini menghubungi saya melalui telepon. "Bisa bantu periksa, nggak?" Karena kawan, pelanggan lama, saya menyanggupinya. "Saya usahakan, dengan catatan, kirimkan dalam kemasan yang aman, dan tidak buru-buru ya."

Maklum, dalam kasus muncul suara kresek apalagi yang tempo-tempo muncul (intermittent crackle noise) seringkali tidak mudah didiagnosis. Bisa cepat ditemukan tetapi dalam banyak kasus membutuhkan waktu lebih lama. Butuh kesababaran dan tentu saja dukungan alat ukur serta pengetahuan dan pengalaman. Tidak bisa buru-buru, seperti maaf, setiap hari WA minta progress update.

Mendiagnosis kasus intermittent umumnya tidak cukup melalui pemeriksaan visual biasa, seperti melihat adalanya komponen gosong (terbakar), kabel atau persambungan yang putus, atau serupa itu lainnya.

Pemeriksaan juga tidak dilakukan dalam keadaan OFF saja, tetapi lebih banyak dalam keadaan ON dengan alat ukur terpasang. Kurang-lebih mirip praktik dokter saat operasi. Sabar dan berhati-hati karena danger inside: hi-pot up to 480V DC.

Telah Di-upgrade

Setelah mencari dan mempelajari dokumen-dokumen terkait Raysonic SE-20 melalui internet, saya membuka tutup bawah dan cukup terkejut melihat dalamnya. Ternyata tidak lagi origin, perawan, sudah mengalami "oprekan" (upgrade) yang lumayan.

Merk komponen seperti Ampohm capacitor, Mundorf Supreme Silver/Gold capacitor, AMRG gold resistor, Mundorf Mresist resistor, TKD resistor, TKD vol-pot, dan HexFRED bridge rectifier tampak malang-melintang point to point (p2p) wiring pada amplification section. Pada PSU board sekilas tampak Elna Cerafine.

Jujur, saya tidak begitu suka mengerjakan proyek yang tidak lagi sebagaimana aslinya (bawaan pabrik). Akan menambah waktu dan kerumitan dalam proses pemeriksaannya. Apalagi kalau pekerjaan upgrade dilakukan dengan, maaf, kurang profesional seperti kasus di hadapan saya kali ini.

Yang pertama bukan soal kurang rapi tetapi kurang memperhatikan safety aspect. Ini paling penting. Beberapa komponen tampak nyaris bersentuhan (kontak), berbahaya. Pelakunya memang menggunakan tubing insulation tetapi sepertinya tidak dilakukan dengan sepenuh hati. Beberapa kaki (lead-out) masih telanjang, justru di titik-titik rawan kontak dengan sebelahnya. Lihat foto.

Kedua, hal yang umum terjadi, adalah "membombardir" pekerjaan upgrade dengan "branded items". Mungkin supaya terkesan wow, keren, ciamik, yang mengerjakan prof (= mengetahui produk-produk top brand), hehe... Dan pakai rumus gampang: ganti semua resistor, semua kapasitor, dan silicon diode rectifier. 

Sekali lagi mohon maaf, mengapa tidak mengganti kabel input (signal wire) juga input selector switch generic dengan yang branded? Kok hanya vol-pot saja yang disentuh? Mengapa generic hook-up wire bawaan tetap dibiarkan? Mengapa plate supply tidak sekalian di-up, mulai dari mengganti tipe tube rectifier hingga C-L-C network-nya? Ah..., saya tidak ingin berkomentar lebih jauh.

Sewaktu saya tanyakan, pemilik barang bilang, dia sendiri tidak tahu kalau barangnya sudah dioprek karena membeli produk preloved.             

Diagnosis

Melihat kondisi upgrade demikian, kecurigaan awal saya muncul dari sana. Dari beberapa pengalaman, biasanya begitu: hasil upgrade yang sembrono yang membuat masalah. Umumnya terjadi pada car power amplifier. Kasus "buang barang" karena masalah tidak teratasi usai upgrade beberapa kali dikeluhkan kawan. Terutama mereka yang mencoba melakukannya sendiri berdasarkan cerita orang, hasil searching di internet, ataupun hasil mengikuti forum.

Dalam keadaan OFF, saya melakukan pemeriksaan visual kondisi rakitan hasil upgrade, membandingkannya dengan skema aslinya. Apakah masih sesuai skema, sesuai ukuran komponen, ataukah ada jejak pekerjaan perubahan, modifikasi?

Tidak ada. Wiring benar, ukuran sesuai, juga tidak ada jejak modifikasi. Upgrade benar-benar hanya mengganti merk komponen. Namun saya menemukan ketidak-konsistenan dalam arah pasang signal capacitors. Beberapa komponen yang berdekatan dan tidak cukup isolasi saya tandai untuk perbaikkan aspek keamanan.

Lanjut... Masih dalam keadaan OFF, saya ukur semua komponen, berharap ada yang rusak --meskipun dari pengalaman menangani kasus serupa, pengukuran komponen dan pengukuran pada test point (TP) sering gagal menemukan penyebab. Benar saja, semua terukur masih baik... Tidak ada failure components di amplifier section. Saya tidak (belum) mendiagnosis PSU board lebih jauh kecuali pemeriksaan visual.

Sekarang saya memasuki pemeriksaan dalam keadaan ON. Tahap pertama adalah pengukuran pada test point (TP). Awalnya semua dalam keadaan in-range kecuali plate supply terukur cukup tinggi, 454V DC. Saya menyebutnya in-range karena bias setting-nya able to adjust up to -99V DC --meskipun saya sendiri dalam proyek-proyek 300B SE amplifier buatan saya lebih memilih SOP (setting operating point): 350V, 65-70mA (Va, Ia). Lebih bebas dan aman memilih merk 300B.  

Sampai sejauh ini suara kresek masih muncul meskipun tidak sampai meletup-letup bunyinya. Kadang-kala malah sayup-sayup saja. Untungnya frekuensinya cukup sering sehingga feeling saya, ini tidak akan sesulit kasus intermittent yang jarang atau sangat jarang. 

Lanjut dengan pemeriksaan setting operating point (SOP). Puji Tuhan, tanda-tanda mencurigakan mulai nampak. Bias setting antara kanal L/R tidak sama, bahkan cukup jauh berbeda. Dari catatan pengukuran, saya bisa memastikan bahwa salah satu kanal mengalami over-current (exceeded). Untung saja 300B-nya nggak rusak. Kalau terjadi pada solid-state, sudah lama berasap tuh.

Raysonic SE-20 menerapkan fixed bias dengan letak trimpot dan TP di sisi kanan bodi. Saya adjust bias setting untuk menurunkan plate current namun sampai dengan posisi minus mentok -99VDC, kedua 300B-Z Treasure (versi premium dari ShuGuang) tidak bisa seimbang lagi. Selisihnya cukup jauh, sekitar 29% pada posisi itu. Selisih di atas 10% berarti un-match. Apalagi adjustment span tak lagi bisa mengejar (membuat) pasangan 300B ini bekerja dalam bias current yang sama. Terlanjur jauh selisihnya.

Mengganti salah satu 300B atau kedua-duanya tak dapat dihindari. Namun, langsung menyarankan hal tersebut ke pemilik barang tanpa mencari tahu dulu penyebab atau pemicu kejadian adalah tindakan yang sama sembrononya. Suatu saat kasus yang sama akan kembali terjadi.   

Well..., sampai di sini suara kresek hilang, tetapi perlu waktu observasi untuk memastikannya. Lumayan lega karena ada hasil. Lanjut lagi besok kalau-kalau muncul lagi.

Input Selector Switch 

Hari berikutnya pekerjaan observasi membuat kepala kembali puyeng. Suara kresek muncul lagi, kali ini lebih exist (keras) tetapi lebih jarang. Kadang-kadang hilang. Signature-nya jelas berbeda dengan kasus di hari sebelumnya. Suara kresek sayup dan lebih sering terjadi seperti hari sebelumnya tak nampak. Ini jelas berbeda.

Apakah kemarin itu saya keliru diagnosis? Entahlah. Untuk memastikannya saya naikkan kembali bias setting-nya mendekati awal. Perlahan terdengar kembali suara kresek halus dengan frekuensi lebih sering, mirip kejadian sebelumnya. Saya pun tersenyum, meski getir. Kemarin pasti tidak keliru diagnosis, namun ada masalah lain.

Dalam keadaan OFF (maupun ON dengan alat ukur terpasang dan bersarung-tangan), saya memeriksa beberapa titik sambung, barang kali ada bad joint terutama pada komponen-komponen upgrade, mengingat fisiknya lebih besar dari komponen bawaan (mungkin bergoyang dan fatique). Saya pastikan kembali dengan menggoyang-goyang setiap komponen, barangkali ada yang lepas atau bad joint atau bad soldering yang seringkali sulit terlihat. Tidak ada. Semua tersambung dengan baik.

Lanjut dengan menelusur semua kabel input (signal wiring) dari setiap RCA ke input selector switch. Semua baik. Ah, jangan-jangan input selector switch. Tidak juga. Iseng, saya saya coba putar slip, ah ketemu nih. Suara kresek yang lebih exist dan timbul-tenggelam terjadi terutama pada posisi CD, mungkin karena posisi yang paling sering dipakai. Alhamdulillah...

Kesimpulan dan Solusi

Kasus ini terjadi karena dua sebab:

  1. Setting operating point (SOP) yang kurang pas, dan
  2. Input selector switch yang, maaf, berkualitas busuk.
Masing-masing memberikan gejala yang sama namun berbeda frekuensi kejadian dan noise level-nya.

Raysonic SE-20 secara desain (sepertinya) mengikuti datasheet 300B Western Electric (WE), the mother of 300B. Pada kenyataannya, 300B yang dipakai saat ini adalah 300B-Z Shuguang Treasure (ex RRC) yang meskipun pada datasheet menunjukkan maximum ratings yang kurang-lebih sama dengan 300B WE, namun dari pengalaman saya bergaul dengan "300B ex RRC" termasuk 300B-Z ini tidaklah berkapasitas laiknya WE. Jika bias setting-nya tidak berhati-hati maka akan mudah tergelincir ke batas atasnya, exceeded. Andai 300B-Z ini bukan black glass pasti akan nampak warna jingga kemerahan di dalamnya. 

Untungnya 300B-Z masih lebih baik dibandingkan "300B ex RRC" lainnya yang pernah saya alami...,  tidak sampai rusak, hanya umur pakainya terdiskon (lifetime discount) dan menjadi lemah. Sovtek, Svetlana, maupun TJ Full Music pernah rusak atau setidaknya loyo.

Solusi yang (akan) saya lakukan adalah:

  1. Mengganti input selector switch. Namun karena stok di TokoKomponen.com saat ini tidak ada branded item, saya menggantinya dengan yang tersedia. Alternatif lainnya kalau memang "tidak butuh-butuh amat" adanya beberapa input RCA adalah memensiunkan selector switch tersebut (disconnect). Jadi, hanya ada 1 pair input, tidak via selector switch, langsung ke vol-pot. Sisi positifnya adalah, sonic quality akan lebih baik karena tidak ada persambungan kontak lagi. Tetapi hak memutuskannya ada pada pemilik barang, bukan pada saya.
  2. Untuk mencegah terjadinya kembali (a) kasus 300B bekerja melampaui actual maximum ratings-nya, juga (b) agar kedua 300B yang ada masih bisa digunakan dalam bias current yang sama atau mendekati, maka saya menurunkan high voltage supply dengan drop resistor. Untuk sementara targetnya adalah turun sekitar 20-25V DC. Jika memungkinkan atau memerlukan akan saya turunkan lebih.
Kawan, sudah dulu ya. Kalau ada pendapat, pertanyaan, saran, silakan tulis di kolom komentar di bawah ini. Salam LJ.

-Alex LJ, pendiri LangsungJadi.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar Anda....