Rabu, 06 Mei 2026

Transformer Core Dimensions - EI Lamination Sizes - Ukuran Kern Trafo dan Choke



EI Lamination Chart

"Kern 32 kalau pakai "cara londo" itu ukuran berapa, Pak Alex?" 
"Kern EI nomor 38 itu berapa panjang, lebarnya, Pak?" 
"Lubang baut-nya berapa mm?"

May, 2026: Ada beberapa pertanyaan serupa yg masuk ke saya dan LJ, baik melalui WA maupun di kamar chat Tokopedia, Shopee. Beberapa di antaranya terkesan tak sabar menunggu jawaban, seolah-olah saya ini "AI chat-bot" yang selalu siap menjawab cepat, hehe... Saya masih ada pekerjaan lain, kawan... Terutama saat sedang design, budgeting atau sedang pengukuran, sama sekali saya tidak mau ada interupsi.

Well, daripada susah-susah, saya tulis saja di blog AudioTronika kesayangan ini supaya memudahkan saya dan teman-teman semua yang membutuhkan.

Sebelum lebih jauh, kern adalah inti besi (core) pada transformator dan choke.
Kata "kern" berasal dari bahasa Belanda (kern) atau bahasa Jerman (Kern) yang berarti inti atau pusat.
Dalam konteks teknik listrik di Indonesia, istilah ini diserap dari literatur teknik Belanda pada masa lampau untuk menyebut bagian inti besi (core) pada transformator. Secara etimologis, kata ini berakar dari bahasa Jermanik Kuno yang juga menjadi asal kata "kernel" dalam bahasa Inggris (berarti inti biji atau bagian terdalam dari sesuatu). 

Kern 32 itu EI berapa kalau pakai "cara londo" atau cara internasional?

Lihat tabel, khususnya kolom C (ada panah merah). Kolom C ini adalah kode "ala Indonesia", biasa disebut dengan kern 16, 19, 22, 28, 32, 38, 44, dst. Sebetulnya ini adalah "lebar lidah" (tongue width) dalam satuan mm, di mana coil atau gulungan trafo/choke dipasang. Kern 32 (k32) misalnya, lebar lidahnya adalah 32mm. 
Kalau kode internasionalnya? Lihat kolom A pada tabel di atas, itulah kodenya. Jadi, kern 32 = 96 atau secara internasional disebut dengan kern EI tipe EI-96 --sekaligus sebagai panjang kern (core). Jadi, Indonesia umumnya menggunakan pengkodean dari "lebar lidah" sedangkan internasional menggunakan panjang kern.

Sebetulnya mudah untuk mengingat relasi keduanya. Jika Anda terbiasa menggunakan pengkodean, misalnya kern 32, maka untuk mengetahui kode internasionalnya cukup mengalikannya dengan 3 (rasio x3) = 32x3= 96. Beres.

Catatan: Rumus ini berlaku untuk seri EI standar konvensional; beberapa manufaktur dapat memiliki toleransi atau nomenklatur berbeda. Karena kadang ada kern non-standar atau produksi custom.”

Panjang-lebarnya bagaimana?

Ya, informasi dimensi ini paling sering kita butuhkan, seperti untuk membuat layout pada chassis atau saat mencari penutup (cover) trafo/choke.

Lihat tabel, khususnya kolom A dan B. Itulah panjang dan lebar kern trafo/choke. Untuk kern 32 (EI-96) misalnya, adalah 96x80mm.

Berapa luas celah gulungnya?

Ukuran celah gulung (window area) ini seharusnya hanya dibutuhkan oleh para winder atau pembuat trafo/choke. Pasti sudah punya tabel atau info lengkap. Namun untuk yg sedang mencoba belajar jadi winder, info ini jelas dibutuhkan saat menghitung atau mencari koker (bobbin) yang pas.

Lihat tabel, khususnya kolom E dan F. Sebagai contoh, kern 32 (EI-96) memiliki celah gulung 16x48mm. Ini juga mudah diingat, karena lebar dari celah gulung adalah 1/2 dari ukuran lidahnya. Dalam contoh k32, maka separonya adalah 16mm. Begitu juga dengan panjang dari celah gulung, adalah 1,5x ukuran lidah: 1,5x32= 48mm.
Begitu pun dengan ukuran lebar dari setiap pinggir keliling kern, lihat kolom D dan H, keduanya sama dengan E yaitu 16mm. Jadi, mau kern tipe berapa pun ukuran E= D= H= 0.5 x C.

Berapa jarak C2C dari ke-4 lubangnya?

Jarak center to center ke-4 lubang bisa lihat kolom N dan J pada tabel yg sama. Diameter lubangnya lihat kolom R. Beres dah...  Semoga bermanfaat. Salam LJ.

-Alex LJ, pendiri LangsungJadi.co.id  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar Anda....